Tingkat peran serta masyarakat menurut Arnstein dalam Sri Hardiati (2007:48), bahwa tingkat peran serta masyarakat atau derajat keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan pemerintah digolongkan menjadi :
1. Manipulation (manipulasi)
Merupakan tingkatan peran serta masyarakat yang paling rendah, dimana masyarakat hanya dipakai namanya saja dalam berbagai badan penasehat. Dalam hal ini tidak ada peran serta masyarakat yang sebenarnya dan tulus, tetapi diselewengkan dan dipakai sebagai alat publikasi dari pihak penguasa.
2. Therapy (penyembuhan)
Peran serta masayarakat diperlakukan seperti penyembuhan pasien dalam terapi. Meskipun masyarakat banyak terlibat dalam kegiatan, pada kenyataannya kegiatan tersebut lebih banyak untuk mengubah pola pikir masyarakat yang bersangkutan daripada mendapatkan masukan dari mereka.
3. Informing (pemberian informasi)
Masyarakat diberi informasi tentang hak-hak mereka, tanggungjawab dan berbagai pilihan dimana hal ini dapat menjadi langkah pertama yang sangat penting dalam pelaksanaan peran serta masyarakat. Namun yang sering terjadi adalah penekanannya hanya pada pada pemberian informasi satu arah dari pemegang kuasa kepada masyarakat, tanpa ada kemungkinan untuk memberikan umpan balik atau kekuatan untuk negosiasi dari masyarakat. Masyarakat memiliki sedikit kesempatan untuk mempengaruhi rencana.
4. Consultation (konsultasi)
Masyarakat diberi kesempatan untuk memberi opini setelah diberikannya informasi. Tingkat keberhasilannya rendah, karena tidak ada jaminan bahwa kepedulian dan ide masyarakat akan diperhatikan.
5. Placation (rujukan)
Masyarakat mulai mempunyai beberapa pengaruh meskipun beberapa hal masih ditentukan oleh pihak yang mempunyai kekuasaan. Dalam pelaksanaanya beberapa angota masyarakat yang dianggap mampu dimasukan sebagai anggota dalam badan-badan kerjasama pengembangan kelompok masyarakat yang anggota-anggota lainnya adalah wakil dari berbagai instansi pemerintah. Walaupun usul dari masyarakat diperhatikan, namun suara masyarakat seringkali tidak didengar karena kedudukannya relatif rendah atau jumlahnya sedikit.
6. Partnership (kemitraan)
Pada tingkat ini atas kesepakatan bersama, kekuasaan dalam berbagai hal dibagi antara pihak masyarakat dengan pihak pemegang kekuasaan. Dalam hal ini disepakati bersama untuk membagi tanggungjawab dalam perencanaan, pengendalian keputusan, penyusunan kebijakan dan pemecahan berbagai masalah yang dihadapi.
7. Delegated Power (pelimpahan kekuasaan)
Masyarakat diberi limpahan kewenangan untuk keputusan pada rencana atau program tertentu. Untuk memecahkan perbedaan yang muncul, pemilik kekuasaan harus mengadakan tawar menawar dengan masyarakat dan tidak dapat memberikan tekanan-tekanan dari atas.
8. Citizen Control (masyarakat yang mengontrol)
Pada tingkat ini masyarakat mempunyai kekuatan untuk mengatur program atau kelembagaan yang berkaitan dengan kepentingan mereka. Mereka mempunyai kewenangan dan dapat mengadakan negosiasi dengan pihak-pihak luar yang hendak melakukan perubahan. Dalam hal ini usaha bersama warga dapat langsung berhubungan dengan sumber-sumber dana untuk mendapatkan bantuan atau pinjaman dana tanpa melewati pihak ketiga.
Selasa, 20 Mei 2008
Pembuatan Blog
Pada hari Kamis 15 Mei 2008, segenap mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Program Beasiswa Unggulan Depdiknas tahun angkatan 2007 ramai-ramai belajar cara membuat blog. Kegiatan ini merupakan salah satu materi yang diberikan dalam catur wulan ketiga pada mata kuliah Sistem Informasi Perencanaan, dengan dosen pembimbing. Ir. Nurini,..... dan diselenggarakan di ruang laboratorium komputer jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro.
Adanya perbedaan karakteristik dan tingkat kemampuan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, menyebabkan tingkat penyelesaian dalam tiap tahap berbeda-beda. Seperti masih adanya mahasiswa yang baru membuat email, padahal ini merupakan tugas pertemuan sebelumnya. (mungkin cari gratisan dalam mengakses internet, atau belum tahu cara membuat email kali yah...)
Adanya perbedaan karakteristik dan tingkat kemampuan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, menyebabkan tingkat penyelesaian dalam tiap tahap berbeda-beda. Seperti masih adanya mahasiswa yang baru membuat email, padahal ini merupakan tugas pertemuan sebelumnya. (mungkin cari gratisan dalam mengakses internet, atau belum tahu cara membuat email kali yah...)
Langganan:
Postingan (Atom)